Dinodai ayah tiri

 Tujuh tahun silam ayahku meninggal dunia dan meninggalkan aku dan ibu. Keseharianku sekolah sedangkan ibu berjualan dipasar.

Tidak lama dari waktu ayah meninggal ada laki laki yang mulai mendekati ibu , karena memang ibu masih sangat terlihat sangat cantik walaupun sudah janda. 

Dari situlah ibu mumutuskan untuk menikah lagi, sebenarnya aku belum busa menerima kalau ibu mau menikah lagi karena masih sangat teringat sama ayahku. Namun apa boleh buat akhirnya ibu menikah dengan laki laki itu.

Tiga bulan ini kami sudah menjalani keluarga bersama ayah yang baru. Aku harap kami selalu baik baik saja.

Waktu sore hujan turun dan ibu belum juga pulang dari pasar , cuaca yang buruk sangat tidak mungkin ibu pulang cepat palingan ibu "palingan ibu pulang malam" gumamku.

Rumah sangat sepi tidak ada suara apapun selain suara jarum jam dan gemercik hujan diluar. Aku waktu itu haus dan mau minum kedapur , pas aku kedapur aku mendapati ayah tiriku lagi minum kopi hanya menggunakan sarung saja. ' eh ayah lagi apa disini" sapaku, "oh lagi santai aja nih ".kata ayah. "Sini duduk ngobrol sama ayah sambil nunggu ibu pulang"kata ayah. Waktu itu duduklah aku, tiba tiba selang beberapa menit ayah mendekatiku sambil berbisik "maen enak yu" aku ga faham apa maksudnya waktu itu "apa itu yah"kata aku. Ayo kelamat kamu"kata ayah. Setibanya dikamar aku kaget ayah melorotkan sarungnya dan terlihat barang ayah yang sangat besar baru pertama aku lihat itu. "Buka bajumu " kata ayah. Aku malu dan takut waktu itu tapi karena ayah maksa jadi akupun telanjang , aku disuruh telentang dikasur , ayahku mulai meraba kaki naik ke atas paha dan dielus elusnya payudara dan pahaku , oh... Suasana yang baru aku rasakan. "Rileks aja ya"kata ayah. Ayah mulai menjilati tubuh ku yang mungil dan putih sampai pada vaginaku yang imut dan masih perawan , sesekali ayah memasukan lidahnya ke vaginaku dan akupun menggelinjang kegelian. "Ahhhh ayah udah .... Kataku. "tenang aja sayang" kata ayah.

Tidak lama kemudian aku disuruh mengulum penis ayah yang hitam dan bau sampai aku mau muntah tapi terus dipaksa dimasukan ke mulut aku sama ayah..

Setelah itu ayah mencoba membuka pahaku agar vaginaku terlihat jelas dan ayah mulai menggesek gesekan kan penisnya secara perlahan dan ohhhh aku mulai geli... Lalu ayah masukan sekaligus oh..... Sakit yah....." Kata ku . Ayah terus menggenjot vaginaku tanpa menghiraukan ucapan ku sampai vaginaku basah dan berdarah. Ayah mengerang nyerang keenakan sampai pada akhirnya crotttttttt.... Ada sesuatu yang hangat nembak dirahimku. Ternyata ayah telah klimaks. Aku berfikir bagaimana kalau aku hamil... 


Komentar